Senin, 04 Februari 2013

> AQIDAH TAUHID MAKRIFAT PADA SYAHADAH, SHALAT, ZAKAT, PUASA, DAN HAJI




AQIDAH TAUHID MAKRIFAT PADA SYAHADAH, SHALAT, ZAKAT, PUASA, DAN HAJI
            Pada ilmu makrifat manusia bersyahadat dia harus memiliki kebulatan tekad untuk meninggalkan segala macam penghambaan selain Allah SWT.
            Didalam ilmu makrifat : Dua kalimat sahadat adalah yang paling utama bagi pemeluk agama Islam, karena manusia apabila dikategorikan beragama islam wajib bagi dirinya mengucapkan Dua kalimat syahadat yang diikuti dengan pembenaraan dalam hati, lalu dibuktikan dengan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.
            Dalam mengartikan bacaan syahadat ini ada dua cara yang harus manusia lakukan yaitu :
            1. syahadat umum
            2. syahadat diri
1. Syahadat umum
            Syahadat ini dibaca dan di ikrarkan pada saat manusia memasuki agama Islam. Adapun bunyi dua kalimat syahadat adalah : ASYHADU AN LA ILAAHA ILLALLOOHU WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH. Artinya : aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya nabi Muhammad adalah utusan Allah.
            Dua kalimat syahadat ini terdiri dari :
            1. syahadat tauhid yaitu : aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah.
            2. syahadat rasulullah yaitu : dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya nabi Muhammad adalah utusan Allah
            Syahadat tauhid ini adalah ikrarnya manusia kepada Allah, bahwa tidak ada tuhan selain Allah yang harus dibuktikan dalam perilaku hati dan perbuatan
            Syahadat rasul ini adalah ikrarnya manusia apabila sudah masuk agama Islam manusia itu wajib melakukan ibadah didalam kehidupannya untuk selalu berpedoman apa yang sudah diajarkan nabi Muhamad SAW
2. Syahadat diri
            Syahadat ini ditinjau dari sudut pandang ilmu makrifat, syahadat ini adalah menjadi fitrahnya manusia yang menjadikan dirinya mengerti/menyadari kenapa manusia ini dilahirkan ke dunia.
            Makrifat pada shalat, makrifat merupakan ilmu dasar yang harus dikuasai mereka sebelum mereka menjalankan ibadah shalat dan ibadah-ibadah yang lainnya. Makrifat bukan ilmu tingkat tinggi tapi makrifat merupakan ilmu dasar yang mendasari ibadah kita. Bagaimana kita mau takbir dengan benar jika kita tidak makrifat kalau Allah benar-benar besar. Bagaimana kita akan sujud dengan benar jika kita tidak tahu siapa yang kita sujudi, kita tidak akan berdoa dengan benar jika kita tau siapa yang kita mintai, dan kita tidak bisa bersahadat dengan benar jika kita tidak tau siapa yang kita saksikan.
            Makrifat pada zakat, zakat adalah jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang beragama Islam dan diberikan pada golongan yang berhak menerimanya, zakat sendiri berfungsi untuk mensucikan, dalam hakekatnya zakat merupakan solusi untuk mensejahterakan para umat.Rasulullah bersabda “sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan atas hartawan Muslim suatu kewajiban zakat yang dapat menanggulangi kemiskinan. Tidakalah mungkin terjadi seorang fakir menderita kelaparan atau kekurangan pakaian, kecuali oleh sebab kebakhilan yang ada pada hartawan muslim.
            Makrifat pada puasa, puasa dalam syariatnya adalah menahan diri dari makan, minum dan perkara yang membatalkannya, dalam tarekatnya puasa merupakan menghilangkan ingatan yang lain, hanya kepada Allah SWT semata-mata kita memelihara gerak nafsu, pandangan, pendengaran, perkataan, perbuatan, dari perkara-perkara yang diharamkan, lalu pada hakekatnya puasa merupakan menenggelamkan diri pada kecintaan pada Allah dan Rasul, dan makrifatnya berpuasa ialah membuka cahaya syuhudiah pada mata hati sehingga berpuasa dari memandang yang lain melainkan Allah.
            Makrifat haji, merupakan krisalisasi dari bentuk pemahaman tentang atas syariat haji sebagai kulit yang indah, terekat haji sebagai pekerjaan yang sungguh-sungguh, hakikat haji sebagai maksud dari pekerjaannya itu sendiri.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar